Chitika

Saturday, April 30, 2016

Belajar Parenting Hingga ke Korea

Pertengahan tahun 2013, lahirlah acara TROS atau The Return of Superman di saluran TV KBS korea. Sebuah acara reality show tentang super~man.
Bagaimana tidak super bila konsep acara nya adalah para ayah selebritis yang harus menghabiskan waktu selama 48 jam bersama anak~anaknya tanpa sang istri disampingnya.
Sudah sering saya membaca seorang ayah harus turut serta dalam pengasuhan anak anaknya dan di acara ini lah saya melihat bukti nyata fathers' effect tersebut. Saya menyebutnya nyata krena sulit rasanya saya membayangkan anak umur 1, 6~5 tahun di minta berakting di depan kamera sepanjang waktu dengan sebaik yang saya saksikan di TV. Dan point penting saya suka program ini adalah bentuk nyata penerapan ilmu parenting nya yang melalui proses panjang kali lebar dan benar benar menunjukkan hasil di akhir.

Ilmu pengasuhan anak yang selama  ini identik dengan peran seorang ibu namun dsini harus di ambil alih ayahnya. Yang mrmbuat lucu ya ketika para ayah tak tau mesti melakukan apa dan pastinya tak sebagus insting alami ibu. Kadang para ayah ini kebingungan hingga menangis. Meteka ingin memberikan yang terbaik namun tak tau mesti bagaimana. Namun seiring berjalannya waktu,mereka mulai menikmati peran mereka dan srmakin pandai merawat bayi bayi nya.
Acara ini langsung mendapat rating yang tinggi,  di karenakan mengangkat tema yng baru disertai pengisi acaranya yang juga sangat menghibur.  Dalam ulang tahun pertamanya, bahkan disebutkan terjadi demam tros diseluruh wilayah korea bahkan hingga berdiri sebua asosiai ayah sekorea.
Para ayah di korea mulai turun tangan mendidik anak mereka.  Hal ini diakui pula oleh para pengisi acara.  Lee hwijae yang merupakan ayah dari si kembar lee soeuon dan lee sojun mengatakan bahwa dulu bila ia ke taman, hanya ada ibu dan anaknya namun sekrang sudah banyak ia temui para ayah yang sedang bermain dengan anaknya ditaman. Tentu hal ini merupakan suatu hal yang positif.
Wah, saya langsung berharap, kapan ya di indonesia menghadirkan program tv nasional yang bermuatan edukasi yang mapu menggerakkan masyarakatnya untuk berbuat sesuatu?

Yang menarik perhatian saya sejak awal adlah keluarga appa song. Seorang aktor yang memiliki kembar tiga. Ya, bukan satu,dua,tapi tiga sekaligus yang harus ia awasi, ajari, dan ajak bermain.
Awal jatuh cinta pun karen melihat potongan klip mereka yang sudah sedikit besar.  Kesan saya kok 3 anak ini:
1. bisa akur bertiga, bahkan sangat menyayangi satu sama lain. 
2. Mereka ceriwis dan jika di ajak ngobrol oleh orang yang lebih tua juga nyambung. 
3. Mereka tidak takut bertanya,  bahkan minta bantuan pada orang yang bahkan belum mereka kenal.
4. mereka berani mengungkapkan isi hatinya.  SUka atau tidak suka, takut atau menyenangkan, berhenti atau lanjut.
5. mereka bahagia dan ceria. Ini yang terpenting.
Hmm... Hal yang sudah langka saya temukan pada anak didik di lingkungan sekitar saya.
Maka, perburuan pun dimulai.  Karena saya yakin, mereka tidak serta merta lahir langsung menjadi anak pandai seperti ini, saya mulai mengumpulkan episode episode triplets dan mengambil inti ilmu parenting yang bisa saya tangkap.
Berhubung di satu episode menampilkan 4~5 kelurga sekaligus,  maka mau tak mau pun saya diajak berkenalan denga keluarga selain song family. Tak berbeda jauh dari tingkah manis triplets,  anak anak inipun tumbuh menjadi anak yang sopan, pintar, mneyenangkan, full ekspresi dan percaya diri.
Semakin bernafsu untuk mencaritau rahasia parenting mereka✌😉.
Koq bisa bikin anak seperti ini??!

Contoh ketika mendidik anak untuk meminta dengan sopan dan berterima kasih. Para ayah akan menunggu disaat yang tepat dimana anak anak akan meminta sesuatu, seperti biskuit.
"coba ucapkan : tolong biskuitnya (disertai gesture meminta dengan sopan,kedua tangan menadah bertumpuk)"
Sebelum anak melakukan, biskuit tak akan diberikan. Dan setelah diberikan,
"ucapkan "terima kasih"( disertai gesture membungkuk dengan kedua tangan di perut)"
begitu terus hingga anak terbiasa tanpa harus disuruh. dan seperti lazimnya kita mendidik, pad percobaan pertama rata rata gagal. Namun setelah beberapa episode berjalan, anak anak ini lulus,pemirsah!!
Tegas dan konsistensi.

Kesan awal terhadap keluarga TROS (kesan ini berubah setelah semakin mengenal dengan rajin menonton lanjutan per episode.  Kesan akhir benar benar bisa berubah 360 derajat😉)

Song family (episode 34~35)

Appa song.
Suka bicara dan sangat ekspresif.  Bahakan di episode awal, saya sempat bertanya pada suami, ""ni appa ngomong terus sepanjang rekaman.  Ga capek ya? "
dan ia benar benar bicara sepanjang durasi acara,pemirsa.
Semua omongan appa berguna untuk menarik perhatian. Apalagi bila berhubungan dengan triplets. Ia akan berbicara dengan melebih lebihkan dan full ekpresi. Ketika melihat kelinci,ia akan berkata "whuaaa... Kelinci.kelinci! banyak sekaliii... Whuaaa. keren!! "
Appa pun ekspresif sekali jika sedang bermain dengan triplets.  Saking ekspresifnya malah terlihat "bermain keras".  untungnya anak anak sangt menikmati waktu bermain bersama appa nya, dan appa tak pernah bertahan lebih dari satu ronde sementara triplets masih segar bugar.

Song daehan
Anak tertua dari triplets. Ia tak banyak bicara dan, memakai standar kita indonesia, nakal terhadap adik adiknya.
Menginjak tubuh minguk, mengambil dan menumpahkan air manse, semua ia lakukan dengan wajah tak berdosa nya.
Namun tenang, kesan ini akan bergeser jauh nantinya.

Song minguk
Anak tengah dari triplets. Ia tak banyak bicara dan banyak takutnya. PAling sering menangis kkrena berbagai hal tapi biasanya tak lama dan tidak sampai menjerit jerit. Namun ia pula yang paling banyak fans sejak kemunculan pertama dikarrnakan level keimutannya yang tidak berperikeanakan.😍 ia diam pun banyak yang klepek klepek,apalagi bila ia sudah memainkan wink nya dan tersenyum. Aduh... Berasa ingin di uwek uwek itu pipi bakpao.

Song manse
Anak bungsu dari triplets.
Paling cerewet, apa apa dikomentarin. Nakal, suka membuli minguk. Suka membantah appa,  dan kalau makan itu maanan akan diemut bukannya dikunyah makanya ia selalu jadi yang belakangan mrnghabiskan makanan nya. 
Jika minguk suka menangis, namun menangis yang biasa,  maka manse beda lagi.  Ia akan menangis dan mengamuk pada ayahnya.  Untung sang appa kuat jadi bisa menahan tubuh mase yang mengamuk dengan baik.

See?
di episode awal terlihat kepribadian. MAsing masing anak sedikit berbeda dari kesan awal saya meno ton episode mereka yang sudah sedikit besar ( umur 3 tahunan) diBndingkan saat pertama debut mereka (umur 2 tahun 3 bulan).  Dalam rentang waktu yang tak terlalu lama, mereka tumbuh menjadi pribadi yang sangat menyenangkan.
Maka, kesimpulan awal saya yang mengatakan mereka tidak serta. Merta menjadi baik adalah benar adanya.  ADa proses yang harus saya lihat dan itu yang akan saya bagi dalam. Postingan yang akan saya tulis setlah ini.

Harapan ASLI para ibu, yang lain? nafsu.

Kemarin~kemarin dapat kabar kalo adik bungsu masuk rumah sakit, gejala tipus.  Padahal sedang menuju hari H ujian akhir sekolah.

Di titik ini saya kembali tersadar, hakikatnya seorang ibu, mulai dari mulai hamil maupun dalam kondisi si anak sedang sakit begini, permohonan si ibu pada Tuhan cuma satu.  Tak lebih.
"Berikanlah kesehatan jasmani dan rohani pada anak ku, Tuhan".
Just it.

Tak ada harapan mesti jadi dokter, jadi presiden,  harus ranking satu, dll.

Cuma minta sehat.
Titik.

Semoga para ibu yang membaca tulisan ini kembali  tersadar bahwa itulah hakikatnya.  Ketika awalnya meminta anak yang sehat pada Tuhan, kemudian di kabulkan, maka jagalah selalu amanah itu dengan tidak membuat anak sakit kepala harus pandai a, i, u, e, o, harus jadi yang terbaik, harus berhasil, dll.
Ketika ingin menyekolahkan anak ,namun pihak sekolah meminta harus lulus calistung, maka orangtua yang bijak pun harus nya tau bahwa sekolah tersebut tidak cocok untuk anaknya karena itu berarti si anak harus ikut sekolah persiapan yang fokus calistung saja. Di bagian ini,bukan hanya si anak tapi juga orang tua pun akan merasa terbebani bukan?
maka,,, ibu...
Cukuplah bila si anak sehat, dan bahagia.  Sebagaimana fitrahnya yang fresh from the heaven.
Mana ada kesusahan di surga?
😊

Tuesday, April 5, 2016

Pendidikan Profesi Guru pasca SM-3T (part 2)

program pengabdian 1 tahun di daerah telah kami lewati,dan akhirnya kami ditarik kembali untuk kemudian dikembalikan kerumah masing-masing (dulu).

seperti sudah disinggung sebelumnya, kami adalah angkatan pertama dari sebuah program milik pemerintah. pilot project. ibarat kata kami adalah para pembuka jalan di sebuah hutan yang lebat dengan tujuan mencapai air terjun di tengah hutan. kami tau harus ke tengah,kami tau tujuan akhir,namun jalannya masih belum jelas arahnya.
bagitulah yang terjadi.

3-4 bulan adalah jarak antara kepulangan dari daerah 3T ke masa PPG. bukanlah waktu yang sebentar untuk kami menganggur, apalagi dengan segala ketidakpastian jadi atau tidaknya kami PPG. bingung juga setiap ditanya keluarga dan tetangga, "kerja apa/dimana sekarang?"

di kemudian hari kami baru mengetahui bahwa sillabus,materi,dan perangkat pendukung lainnya sebenarnya sudah siap dari tahun sebelumnya. tepatnya saat program diluncurkan. sayangnya pas ingin aplikasi, ada beberapa revisi dan tambahan sehingga mesti di atur ulang semuanya.

sebagai angkatan pertama pula,kami merasakan benar tambal sulam program SM3T & PPG ini.
contoh paling sederhana adalah tunjangan biaya hidup. bila angkatan pertama penempatan sabang hingga merauke jumlahnya rupiah yang masuk ke rekening adalah sama,maka tidak demikian di angkatan selanjutnya. tidak bisa disamakan antara biaya hidup di aceh dengan papua.

demikian juga aturan "tidak boleh menikah selama mengikuti program".
awalnya para peserta masih ragu,apakah program yang dimaksud adalah ketika pengabdian saja ataukah plus PPG juga.
maklum, angkatan pertama pesertanya tidak dibatasi umur sehingga dengan larangan ini menjadi sedikit berat bagi mereka yang sudah siap. cukup menjadi panas suasana kala itu ketika membahas masalah ini bersama pihak yang berwenang.
dengan bekal diskusi dan berbagai pertimbangan, akhirnya di sepakati bahwa larang menikah hanya ketika pengabdian dan ketika PPG bagi yang ingin menikah ya silahkan.
berita ini disambut dengan banyak beredar surat undangan setelahnya. hahaha...

hal ini pun nyatanya tak lepas dari pengamatan pihak kemendikbud dan universitas. melihat dan menimbang ,sejak angkatan kedua dan seterusnya, kontrak tidak boleh menikah pun di perjelas dan ditandatangi di atas materai sejak pemberkasan pertama.
fix,peserta tak boleh menikah selama mengikuti SM3T & PPG.

ya, SM3T & PPG angkatan pertama rasanya penuh sekali dengan kejutan tak terduga. Perubahan informasi dan realisasi terjadi dengan sangat cepat dan bisa terjadi kapan saja. informasi awal yang datang A,namun ada perubahan sehingga realisasinya B,maka peserta pun minta berdiskusi hingga akhirnya terjadi kesepakatan menjadi C.
nmun disinilah saya pribadi mnjadi sangat hormat pada pihak UNY. mereka benar-benar menyediakan waktu untuk mendengar,dan kemudian merespon dengan tindakan atas semua masukan dan kritikan yang disampaikan. benar-benar merasa bahwa suara kami bukanlah angin lalu.

ada 1 hal luar biasa yang saya pribadi masih tidak habis pikir terjadi saat kami PPG. detail jurusan lain saya kurang tau,tapi untuk jurusan PPG bahasa inggris UNY, dosen tetapnya adalah mereka yang memiliki jabatan staff ahli rektor x, dekan, kepala jurusan, dan dosen senior.
hal ini terjadi bukan tanpa alasan.
ketika silabus,materi, dan jadwal mengajar pengajar telah siap,terjadi keterlambatan dari jadwal hingga 4 bulan. maka, pihak kampus pun menyesuaikan jadwal mengajar pengajar kembali dan tentu itu tidak mudah. mau tidak mau,para pemimpin langsung mengambil alih tanggung jawab di sela tugas utamanya yang tentu saja tidak banyak lowong.
salute.

lantas,apa saja kah yang kami pelajari di PPG ini?

to be continued to the next post...

Tahun 2016, mau jadi guru HARUS sudah lulus PPG

baru2 ini sedang hangat dibicarakan di forum alumni dan keluarga besar SM-3T,so check this out...

****
Assalamu alaykum waarahmatullahi waabarakatuh,

Kabar yg saya dapati melalui media surat kabar dan online tentang pola baru pelaksanaan SM-3T yg katanya di Setop oleh kemendikbud dan SG PPG melalui seleksi dinas pendidikan kabupaten kota.

Adakah pengaruh terhadap pola pelaksanaan SM-3T dan PPG SM-3T yg selama ini kami ikuti mulai angkatan 1-5 nanti dengan SM-3T dan PPG SM-3T angkatan selanjutnya..

Karna kabar yg kami dengan pola pelaksanaan yg baru oleh kemendikbud adalah PPG dulu dan dilnjutkan ke SM-3T.

Mohon pencerahan ayahanda sekiranya kabar berita yang kami dapati bisa terjawab.

Terima kasih sebelumnya (IH)
------------

Menjawab pertanyaan tsb serta pertanyaan pertanyaan serupa yg banyak diajukan. Saya ingin menjelaskan sejauh yg saya tahu, sbb;

1) Sesuai amanah undang2 guru dan dosen (UUGD) Tahun 2005, jabatan guru ditingkatkan dan diabsahkan status menjadi PROFESI. Karena itu, sebagaimana yg berlaku pada profesi lain (dokter, psikolog, apoteker, dsb), maka setiap guru wajib memiliki sertifikat profesi (berupa sertifikat pendidik).

2) Dalam UUGD disebutkan pula, guru yg sdh diangkat sebelum UUGD tsb (disebut guru dlm jabatan, terhitung 30 Desember 2005), hrs segera disertifikasi dan telah memiliki sertifikat pendidik paling lambat 10 thn sejak berlakunya undang2 tsb. Disebutkan pula, guru yang akan diangkat setelah itu (terhitung mulai 31 Desember 2005 atau sering diambil ringkasnya Januari 2006) hrs sdh bersertifikat pendidik yg diperoleh melalui pendidikan profesi guru (PPG).

3) Di awal pemberlakuan UUGD tsb Kab/kota msh merekrut guru baru yg tak memenuhi syarat (hanya S1, bukan alumni PPG) karena desakan kebutuhan dan saat itu memang belum ada alumni PPG. Ini berlangsung terus hingga 2015.

4) Sejak thn 2007 Dikbud telah menyelenggarakan berbagai pola PPG prajabatan seperti PPG PGSD berasrama, PPG Basic-science, dan sejak 2010 ada PPG Pasca-SM3T, PPGT, dan PPG Kolaboratif. Dari semua pola PPG tlh dihasilkan banyak alumni yg sebagian sdh terserap diangkat jadi guru.

5) Sejak thn 2015, Kemdikbud, Kemen PAN dan BAKN tlh menyepakati u mengakhiri rekrutmen guru yg melanggar undang2 (rekrutmen S1). Maka thn 2015 adalah batas akhir penerimaan guru yg tak bersertifikat pendidik. Sejak 2016, guru yg direkrut harus sdh bersertifikat pendidik (lulus PPG prajabatan).

6) Guru yg terlanjur direkrut antara 2006 - 2015 wajib memiliki sertifikat pendidikan lewat PPG dalam jabatan. Maka mulai tahun 2016 ini mereka akan mengikuti sertifikasi guru melalui PPG  (disebut SG-PPG, dulu disebut PPGJ). Secara nasional, guru kategori ini berjumlah lbh 500 ribuan org.

7) Guru yg direkrut sebelum 2006 dan belum bersertifikat pendidik tetap mengikuti pola sertifikasi PLPG dan Penilaian Portopolio (u guru berprestasi yg memenuhi syarat). Secara nasional msh ada sktr 60 ribu guru msk kategori ini.

8) Berdasarkan standar yg disusun oleh Kemenristekdikti thn 2016, pola semua pendidikan profesi prajabatan di Indonesia harus sama, yaitu menyelesaikan pendidikan profesi dahulu baru ditugaskan mengabdi (internship). Karena itu, untuk calon guru harus ikut PPG lebih dahulu baru ditugaskan mengabdi ke daerah 3T (seperti SM3T) ataupun daerah lain yg membutuhkan guru.

9) Pola SM3T untuk penugasan guru seperti selama ini dilaksanakan (angkatan I-V) dianggap tdk tepat karena guru yg dikirim belum memenuhi syarat profesi (seperti amanah UUGD) yakni hrs tamatan PPG atau bersertifikat pendidik baru bisa diangkat/ditugaskan sebagai  guru.

10) Oleh karena itu, Kemenristekdikti mengubah pola PPG-SM3T (yg sebelumnya, merekrut calon u ditugaskan lbh dahulu ke daerah 3T baru ikut PPG) menjadi langsung ikut PPG prajabatan setelah menamatkan S1 selama 1 thn, dan setelah itu mengikuti tugas internship dengan mengabdikan diri di daerah 3T atau daerah terpencil lainnya di Indonesia. Setelah menyelesaikan semua tugas tsb, barulah ybs diberi sertifikat pendidik. Para alumni PPG prajabatan ini seterusnya diserahkan ke Kemdikbud u menunggu penempatan.

Semoga ini bisa menjelaskan berbagai info dan isu yang banyak berseliweran...

oleh: Abdullah Pandang_Dirut PPG UNM

****

Pendidikan Profesi Guru pasca SM-3T

pertama kali mendengar istilah PPG ( Pendidikan Profesi Guru) dari dosen di semester 7.
konsep yang disampaikan beliau sangat menggambarkan masa depan profesi guru yang ideal, dan saat itu seakan itu benar-benar impian untuk kami para calon sarjana pendidikan.
sayangnya program yang berjalan di UNIB saat itu adalah PPGT tamatan SMA,dimana begitu menamatkan SMA di daerah 3t mendapat beasiswa melanjutkan kuliah S1 pendidikan (4th)+PPG (1th). setelah lulus,kalo tidak salah, mereka ini dikembalikan ke daerah asal dan langsung diangkat menjadi PNS.

setelah wisuda S1 di bulan Juli, searching browsing info lowongan pekerjaan di jogyakarta. berjodohlah dengan informasi " berani terima tantangan? Kemendikbud mencari 3500 guru untuk ditempatkan di daerah terpencil,terdepan,dan terluar"
judul yang eyecatching membuat mi klik link dan membaca informasi lebih lanjut.
tidak ada yang berlebihan dalam persyaratannya, kecuali "bersedia ditempatkan di daerah 3T selama 1 tahun" diikuti syarat standar lowongan pekerjaan lainnya. (di kemudian hari barulah mi tau bahwa ini bukan lowongan pekerjaan tapi lebih ke tahapan pertama sebuah program pemerintah yang bernama SM3T-Sarjana mendidik di daera terdepan,terluar, tertinggal-sebelum mendapatkan beasiswa)

selanjutnya bagian informasi yng mi lihat adalah bagian "fasilitas yang di dapat".
selain mendapat tunjangan hidup,peserta berhak mengikuti beasiswa PPG (pendidikan profesi guru) selama 1 tahun di universitas yang telah di tunjuk.

sampai disini mi kembali ingat dengan konsep PPG yang dulu sempat di dengar dari dosen. apakah ini PPG yang beliau makhsud? kalau iya,wah...ini kesempatan bagus yang layak untuk mencoba.

sempat ragu apakah ini benar-benar program pemerintah, karena begitu browsing informasi yang tersebar benar- benar cuma copas dari satu web ke web lainnya yang sumber nya dari sebuah web yang beralamat mbmi.com (maju bersama mencerdaskan indonesia) yang mana di web nya mengatakan bahwa web tersebut milik kemendikbud.
mengingat mudahnya membuat web di dunia maya saat ini,tentu beralasan bila mi meragukan keaslian web tersebut. (note: Di kemudian hari mi baru tau bahwa ternyata kami angkatan pertama dari program ini,sehingga wajar bila tak ada informasi sebelumnya tentang SM3T,mbmi,dll. kemendikbud pun tidak terlalu masif melancarkan promosi di media cetak dan elektronik,dan terkesan  hanya mengandalkan informasi dari pihak kmpus penyelenggara untuk disampaikan pada para alumninya. Hal ini diperkuat saat mi tanyakan pada sebagian besar peserta yang mrupakan alumni,mereka mendapatkan info program ini darimana dan dijawab ditawarkan pihak kampus.)

maka,untuk mengecek apakah informasi tersebut valid atau tidak, jalan yang ditempuh adalah mendatangi universitas terdekat yang ditunjukkan dalam web - Universitas Negeri Yogyakarta- dan Alhamdulillah berita yang didapat bahwa informasi resmi dari kemendikbud dan UNY benar merupakan salah satu penyelenggara dari 11 universitas yang ditunjuk. ( UNIMED, UNP, UNJ, UPI, UNY, UNNES, UNESSA, UNM, Univ.Negeri Makasar,dll)

singkat cerita, ikut mengirimkan berkas, lolos administrasi dan rangkaian tes lainnya,menjalani sesi pra-kondisi di AAU Yogyakarta,dan terbang mnuju daerah pengabdian,kabupaten ende provinsi NTT pada tanggal 8 Desember 2011.