Chitika

Showing posts with label manse. Show all posts
Showing posts with label manse. Show all posts

Thursday, May 12, 2016

Super family, song family

Tak berlebihan rasanya bila saya menyebut keluarga ini adalah keluarga super yang menginspirasi banyak orantua dengan cara pendidikan yang diterapkan pd anak anaknya.  Selain karena daehan minguk manse yang memang terkenal akan tampang super cutenya,  latar belakang dan perjalanan keluarga ini pun tak kalah super.
Song il kook.  Namun fans suka memanggilnya dengan sebutan appa song. Mungkin supaya mereka merasa dekat dengan idola nya ini ya.
Di berbagai forum dan blog saya jadi mengetahui bahwa para perempuan sering salah fokus ketika menonton triplets dan ayahnya.  Bukan hal yang aneh mengingat appa memang memiliki wajah yang good looking dan karisma kebapakan yang kuat. Dengan kata lain,  tipe pujaan para wanita yang mendambakan suami penyayang keluarga. 😊

Dan siapakah wanita super yang bersanding dengan appa ini?
Ia adalah omma jeong seunghyeon, seorang alumni seoul university, seorang magister, menguasai 4 bahasa asing,  dan sekarang menjabat sebagai seorang jaksa di distrik incheon. Karena profesi inilah,  Sesuai peraturan republik korea yang melarang pejabat negara muncul di televisi diluar urusan pekerjaan,  omma hanya muncul beberapa kali selama acara berlangsung.  Itupun lebih sering terlihat punggungnya saja,  tak pernah close up. Benar benar kebalikan dari profesi appa song yang seorang aktor ya... Yang tak bisa jauh dari layar kaca hadapan publik pastinya.
Namun begitulah cinta.
mereka pun menikah di tahun 2008 dan 4 tahun kemudian, hadirlah triplets.

Namun, bukan keluarga super namanya bila triplets hadir denga cerita yang biasa saja.
Mengandung 3 calon bayi dalam satu tubuh bukanlah perkara mudah. Terlebih omma dan appa, jika memakai standar indonesia dianggap, telat menikah. Menikah di usia 30an dan 4 tahun kemudian baru di karunia triplets. Hal ini membawa dampak kesehatan yang cukup serius pada omma. Dokter sangat menyarankan omma untuk melepas satu dari tiga bayinya, karena dikhawatirkan akan membebani kerja jantungnya yang tentunya akan berakibat fatal bagi omma dan bayi~bayinya. Namun dengan tegas, omma menolak dan ia tetap mempertahankan ketiganya.

Thanks to omma, triplets pun launching dengan selamat.
Daehan Minguk manse!!
Daehan= korea
Munguk = republik
Manse = hore
Jika digabung artinya kurang lebih,  republik korea, horee|yess!!
sangat nasionalis sekali bukan? 😉
hal ini bukan tanpa sebab,  karena kakek mereka,  yakni ayahnya appa adalah seorang pejuang di zaman perang. Neneknya adala seorang anggota dewan yang saat ini tengah menjalani seleksi untuk dipilih kembali,  dan jangan lupakan omma yang tentu saja seorang jaksa yang melayani negara.

Apakah cukup hingga disini saja dan happy ending?
ternyata tidak pemirsa.
Lahir pada tanggal 16 maret 2012 , triplet yang kembar tak identik hadir melengkapi kebahagiaan ayah ibunya. Setiap anak yang lahir membawa ceritanya masing masing dan itu membekas di hati dan ingatan kedua orang tuanya.

Daehan lahir pertama kali dan bila dilihat dari hasil usg, ia menopang posisi kedua adik nya dengan bertindak sebagai alas. Appa omma sangat berterima kasih pada daehan karena ia sudah mampu bertahan dalam kondisi demikian hingga 35bulan. Mereka menyebut daehan sebagai sosok yang dapat diandalkan dan telah bersikap sebagaimana anak pertama yang bertanggung jawab.

Minguk yang lahir kedua memiliki tubuh yang lebih besar dari kedua saudaranya namun ia pun membawa ceritanya sendiri. Ia menderita severe athopy yang lumayan parah di sekujur tubuhnya. Bahkan hal ini terlihat jelas di beberapa video masa kecilnya dimana wajah dan tubuh minguk tampak memerah. Hingga umur 1 tahun, untuk mencegah hal hal yang tidak diinginkan maka appa dan omma sering berjaga tiap malam hanya untuk mencegah minguk menggaruk tubuhnya sendiri.

Lain lagi dengan cerita manse. Ia lahir dengan berat  dan tubuh yang paling kecil, hanya 1. 83 kg. Kondisi ini membuat khawatir kedua orang tuanya hingga harus memeriksakan pendengaran dan organ dalamnya dua kali.

Mengingat ini semua membuat appa sangat bersyukur dan menjaga keluarganya. Ia sangat menyintai istri nya dan Ia tak berharap macam macam pada anak anaknya. cukup melihat anak anak tumbuh sehat dan bahagia,ujarnya.

Sejauh ini, pelajaran dan hikmah apa saja yang bisa saya petik dari keluarga ini?
bahwa:
1. No pain,no gain.Tak ada hasil yang bisa di dapat tanpa melalui kepayahan.
Hamil itu tidak enak, ladies. Ia bisa saja mengambil nyawa kita sebagai ibunya. Namun apa yang membuat seorang ibu rela melalui kepayahan dan mara bahaya demikian bila bukan karena rasa syukur dan bahagia?
Disinilah saya pribadi sering merasa marah pada pelaku aborsi karena hamil di luar nikah. Tak tau kah mereka bahwa hamil itu begini?
2. Melalui segala kepayahan ini pula, appa benar benar bersyukur dan berterima kasih atas karuni Tuhan.
Ia menunjukkan cinta yang besar untuk anak dan istrinya sebagai  terima kasih telah bertahan dalam kesulitan. Setiap akan menutup telepon istrinya, appa tak lupa mngucapkan "saranghaeyo",  dan setiap pagi ia akan meminta morning kissu pada bayi nya yang baru bangun.
Kebiasaan kebiasaan yang mungkin bagi kita kecil, namun melalui program ini saya menyaksikan bahwa hal kecil itu memberikan efek yang sangat besar dalam kehidupan song family. Keluarga mereka benar benar bercahaya bermandikan cinta.👍 anak anak benar benar  merasakan disayangi oleh orng tuanya dan mereka merasa aman nyaman karenanya.
Appa percaya, keluarga yang bahagia akan menghasilkan anak yang bahagia pula.
3. Melalui kepayahan pula, appa tidak menuntut banyak pada anak istrinya. Appa mengikuti program.acara ini dengan tujuan memberikan free time bagi omma yang sudah bekerja keras baik di kantor maupun rumah. Bonusnya?  kenangan indah bersama triplets pun tercipta.
HArapan tulus appa atas anak anaknya cuma semoga mereka tetap sehat dan bahagia. Itu saja.
appa sedari kecil tak pernah dipaksa untuk melakukakan apa yang ia tak ingin laukakan,ini pula yang ia terapkan untuk anaknya. Ia tak memaksa  harus mejadi apa di kemudian hari. Dan hal ini menunjukkkan hasil. aNAK anaknya menjadi pribadi yang percaya diri dalam.memilih, bahagia dan ceria, dan memiliki hobi masing masing.
4. Pendikan tinggi yang diambil seorang istri bukan untuk melampaui sang suami, namun membantu keluarga untuk mendidik anaknya.
Begitulah yang terjadi di keluarga ini. Omma bertanggung jawab dalam mendidik triplets dan appa kebagian tugas bermain sambil menerapkan ilmu yang ditunjukkan istrinya. Appa mengakui bahwa ia bisa terlihat sebagai appa yang hebat di TV lantaran menggunakan metode~metode pendidikan yang diterapkan terlebih dahulu oleh istrinya dimana ia hanya tinggal melanjutkan.
5. Ketgasan dan konsistensi adalah kunci.
Appa dan omma selalu sepakat terlebih dahulu dalam membuat peraturan sehingga tidak ada yang berseberangan dan bisa berjalan dengan efektif.
Ex: bila menangis, kau tak akan dapat apa apa.
Mau tu anak gulang guling glundungan di lantai seharian, jangan harap akan dikabulkan. Triplets pun akhirnya belajar  ia tak akan dapat apa apa bila menangis, omma appa tak kan iba so tak ada gunanya menangis bila ingin meminta sesuatu.

keimutannya diluar kemanusiaan.
Daehan yang pendiam, tidak cengeng,  dan dapat diandalkan, sepertinya tidak bisa terlalu akrab dengan manse yyang notabene adik bungsunya yang terkenal free spirit, cerewet, aktif, dan ceria.
Mereka terlalu berkebalikan.
Penengah mereka adalah si tengah, minguk. Ia sangat mhormati hyungnya daehan dan menyayangi manse.

Kesan pertama melihat appa song pun terlihat sidah terbiasa,dan menerapkan berbagai pola asuh anak yang baik. Selidik punya selidik,ia mengakui semua cara memdidik yang ia terapkan berazal dari istrinya, seorang jaksa wilayah incheon yang memang jenius.
Semakin ditonton,semakin tau lah kita bahwa appa song dan istrinya,jika memakai standar indonesia dianggap, telat menikah. Menikah di usia 30an dan 4 tahun kemudian baru di karunia triplets. Sisi baiknya, mereka benar benar terlihat sangat dewasa dan siap dalam mendidik anak. Mereka tau harus melakukan sesuatu dan apa hasil akhir nya untuk anak mereka.
Disiplin dan tegas namun tetap hangat penuh cinta.
Itulah kesan yang saya dapat ketika menonton part triplets.
Apakah tingkah laku triplets benar benar tidak pernah melakukan kesalahan?
tidak.
Mereka masih anak anak, kadang melakukan kesalahan,kenakalan,kejahilan dan membangkang. Namun berkat kedewasaan dan kesiapan, appa tidak pernah menaikkan intonasi suara menghardik mereka. Semua masalah akan berakhir denga pelukan dan ciuman.💋

Saturday, April 30, 2016

Belajar Parenting Hingga ke Korea

Pertengahan tahun 2013, lahirlah acara TROS atau The Return of Superman di saluran TV KBS korea. Sebuah acara reality show tentang super~man.
Bagaimana tidak super bila konsep acara nya adalah para ayah selebritis yang harus menghabiskan waktu selama 48 jam bersama anak~anaknya tanpa sang istri disampingnya.
Sudah sering saya membaca seorang ayah harus turut serta dalam pengasuhan anak anaknya dan di acara ini lah saya melihat bukti nyata fathers' effect tersebut. Saya menyebutnya nyata krena sulit rasanya saya membayangkan anak umur 1, 6~5 tahun di minta berakting di depan kamera sepanjang waktu dengan sebaik yang saya saksikan di TV. Dan point penting saya suka program ini adalah bentuk nyata penerapan ilmu parenting nya yang melalui proses panjang kali lebar dan benar benar menunjukkan hasil di akhir.

Ilmu pengasuhan anak yang selama  ini identik dengan peran seorang ibu namun dsini harus di ambil alih ayahnya. Yang mrmbuat lucu ya ketika para ayah tak tau mesti melakukan apa dan pastinya tak sebagus insting alami ibu. Kadang para ayah ini kebingungan hingga menangis. Meteka ingin memberikan yang terbaik namun tak tau mesti bagaimana. Namun seiring berjalannya waktu,mereka mulai menikmati peran mereka dan srmakin pandai merawat bayi bayi nya.
Acara ini langsung mendapat rating yang tinggi,  di karenakan mengangkat tema yng baru disertai pengisi acaranya yang juga sangat menghibur.  Dalam ulang tahun pertamanya, bahkan disebutkan terjadi demam tros diseluruh wilayah korea bahkan hingga berdiri sebua asosiai ayah sekorea.
Para ayah di korea mulai turun tangan mendidik anak mereka.  Hal ini diakui pula oleh para pengisi acara.  Lee hwijae yang merupakan ayah dari si kembar lee soeuon dan lee sojun mengatakan bahwa dulu bila ia ke taman, hanya ada ibu dan anaknya namun sekrang sudah banyak ia temui para ayah yang sedang bermain dengan anaknya ditaman. Tentu hal ini merupakan suatu hal yang positif.
Wah, saya langsung berharap, kapan ya di indonesia menghadirkan program tv nasional yang bermuatan edukasi yang mapu menggerakkan masyarakatnya untuk berbuat sesuatu?

Yang menarik perhatian saya sejak awal adlah keluarga appa song. Seorang aktor yang memiliki kembar tiga. Ya, bukan satu,dua,tapi tiga sekaligus yang harus ia awasi, ajari, dan ajak bermain.
Awal jatuh cinta pun karen melihat potongan klip mereka yang sudah sedikit besar.  Kesan saya kok 3 anak ini:
1. bisa akur bertiga, bahkan sangat menyayangi satu sama lain. 
2. Mereka ceriwis dan jika di ajak ngobrol oleh orang yang lebih tua juga nyambung. 
3. Mereka tidak takut bertanya,  bahkan minta bantuan pada orang yang bahkan belum mereka kenal.
4. mereka berani mengungkapkan isi hatinya.  SUka atau tidak suka, takut atau menyenangkan, berhenti atau lanjut.
5. mereka bahagia dan ceria. Ini yang terpenting.
Hmm... Hal yang sudah langka saya temukan pada anak didik di lingkungan sekitar saya.
Maka, perburuan pun dimulai.  Karena saya yakin, mereka tidak serta merta lahir langsung menjadi anak pandai seperti ini, saya mulai mengumpulkan episode episode triplets dan mengambil inti ilmu parenting yang bisa saya tangkap.
Berhubung di satu episode menampilkan 4~5 kelurga sekaligus,  maka mau tak mau pun saya diajak berkenalan denga keluarga selain song family. Tak berbeda jauh dari tingkah manis triplets,  anak anak inipun tumbuh menjadi anak yang sopan, pintar, mneyenangkan, full ekspresi dan percaya diri.
Semakin bernafsu untuk mencaritau rahasia parenting mereka✌😉.
Koq bisa bikin anak seperti ini??!

Contoh ketika mendidik anak untuk meminta dengan sopan dan berterima kasih. Para ayah akan menunggu disaat yang tepat dimana anak anak akan meminta sesuatu, seperti biskuit.
"coba ucapkan : tolong biskuitnya (disertai gesture meminta dengan sopan,kedua tangan menadah bertumpuk)"
Sebelum anak melakukan, biskuit tak akan diberikan. Dan setelah diberikan,
"ucapkan "terima kasih"( disertai gesture membungkuk dengan kedua tangan di perut)"
begitu terus hingga anak terbiasa tanpa harus disuruh. dan seperti lazimnya kita mendidik, pad percobaan pertama rata rata gagal. Namun setelah beberapa episode berjalan, anak anak ini lulus,pemirsah!!
Tegas dan konsistensi.

Kesan awal terhadap keluarga TROS (kesan ini berubah setelah semakin mengenal dengan rajin menonton lanjutan per episode.  Kesan akhir benar benar bisa berubah 360 derajat😉)

Song family (episode 34~35)

Appa song.
Suka bicara dan sangat ekspresif.  Bahakan di episode awal, saya sempat bertanya pada suami, ""ni appa ngomong terus sepanjang rekaman.  Ga capek ya? "
dan ia benar benar bicara sepanjang durasi acara,pemirsa.
Semua omongan appa berguna untuk menarik perhatian. Apalagi bila berhubungan dengan triplets. Ia akan berbicara dengan melebih lebihkan dan full ekpresi. Ketika melihat kelinci,ia akan berkata "whuaaa... Kelinci.kelinci! banyak sekaliii... Whuaaa. keren!! "
Appa pun ekspresif sekali jika sedang bermain dengan triplets.  Saking ekspresifnya malah terlihat "bermain keras".  untungnya anak anak sangt menikmati waktu bermain bersama appa nya, dan appa tak pernah bertahan lebih dari satu ronde sementara triplets masih segar bugar.

Song daehan
Anak tertua dari triplets. Ia tak banyak bicara dan, memakai standar kita indonesia, nakal terhadap adik adiknya.
Menginjak tubuh minguk, mengambil dan menumpahkan air manse, semua ia lakukan dengan wajah tak berdosa nya.
Namun tenang, kesan ini akan bergeser jauh nantinya.

Song minguk
Anak tengah dari triplets. Ia tak banyak bicara dan banyak takutnya. PAling sering menangis kkrena berbagai hal tapi biasanya tak lama dan tidak sampai menjerit jerit. Namun ia pula yang paling banyak fans sejak kemunculan pertama dikarrnakan level keimutannya yang tidak berperikeanakan.😍 ia diam pun banyak yang klepek klepek,apalagi bila ia sudah memainkan wink nya dan tersenyum. Aduh... Berasa ingin di uwek uwek itu pipi bakpao.

Song manse
Anak bungsu dari triplets.
Paling cerewet, apa apa dikomentarin. Nakal, suka membuli minguk. Suka membantah appa,  dan kalau makan itu maanan akan diemut bukannya dikunyah makanya ia selalu jadi yang belakangan mrnghabiskan makanan nya. 
Jika minguk suka menangis, namun menangis yang biasa,  maka manse beda lagi.  Ia akan menangis dan mengamuk pada ayahnya.  Untung sang appa kuat jadi bisa menahan tubuh mase yang mengamuk dengan baik.

See?
di episode awal terlihat kepribadian. MAsing masing anak sedikit berbeda dari kesan awal saya meno ton episode mereka yang sudah sedikit besar ( umur 3 tahunan) diBndingkan saat pertama debut mereka (umur 2 tahun 3 bulan).  Dalam rentang waktu yang tak terlalu lama, mereka tumbuh menjadi pribadi yang sangat menyenangkan.
Maka, kesimpulan awal saya yang mengatakan mereka tidak serta. Merta menjadi baik adalah benar adanya.  ADa proses yang harus saya lihat dan itu yang akan saya bagi dalam. Postingan yang akan saya tulis setlah ini.